Mengenal Telemedis, Solusi Berobat Jarak Jauh saat Pandemi
Mengenal Telemedis, Solusi Berobat Jarak Jauh saat Pandemi

Mengenal Telemedis, Solusi Berobat Jarak Jauh saat Pandemi

  • Post Author:
  • Post Category:Blog
  • Post Comments:0 Comments

Telemedis dapat menjadi solusi terbaik untuk pengobatan saat pandemi, karena pasien dan dokter dapat melakukan konsultasi dari jarak jauh. Meskipun begitu, banyak orang yang masih belum mengenal telemedis, entah karena sosialisasi yang belum sampai ke seluruh lapisan masyarakat atau juga informasi yang masih belum lengkap. Padahal telemedis dapat membantu pasien yang berada di pelosok untuk mendapatkan akses kesehatan yang sama dengan yang berada di kota.

Lantas, apakah sebenarnya telemedis tersebut? Jika Anda masih bingung dengan pengertian telemedis dan juga prosesnya, berikut adalah ulasan selengkapnya!

Apa itu Telemedis?

Bagi Anda yang masih awam dengan istilah ‘telemedis’, maka secara sederhana pengertian telemedis atau telemedicine menurut American Academy of Family Physicians (AAFP) adalah teknologi yang memungkinkan pasien berkonsultasi dengan dokter secara pribadi melalui media video call atau teleconference, tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Pengertian telemedis ini merujuk pada solusi digital yang diperuntukkan untuk pelayanan kesehatan jika konsultasi tatap muka tidak dapat dilakukan. Melalui teknologi telemedis pasien dapat mengonsultasikan keluhan dan informasi mengenai dugaan penyakit yang diderita. Bahkan negara lain sudah banyak yang menerapkan teknologi ini, sementara di Indonesia telemedis baru dikenal beberapa tahun belakangan.

Konsultasi jarak jauh sendiri biasanya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui live chatting bersama dokter atau video call dengan memanfaatkan aplikasi untuk konsultasi audio visual.

Di sisi lain, mengingat pentingnya mengenal telemedis, World Health Organization (WHO) juga memiliki divisi tersendiri yang menangani kesehatan digital dan pengenalannya kepada masyarakat. Kementerian Kesehatan melalui  Surat Edaran nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 juga menghimbau agar pelayanan kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui teknologi telemedis untuk mencegah penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, legalitas dari praktik ini telah diakui pemerintah.

Mengapa Telemedis Penting Dilakukan?

Seperti yang kita ketahui, telemedis merupakan hasil dari perkembangan layanan kesehatan dalam media digital. Menurut WHO, ada beberapa hal yang menyebabkan terobosan dalam bidang kesehatan ini penting untuk dilakukan, yaitu:

  • Dapat menjadi solusi bagi keterbatasan geografis dan jarak yang tidak memungkinkan bagi pasien untuk berobat langsung ke rumah sakit.
  • Menjadi pendukung perawatan secara klinis, khususnya jika pasien melakukan rawat jalan.
  • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas, karena dengan adanya telemedis, setiap orang memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan yang sama.
  • Inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan menggunakan teknologi terbaru.

Kelemahan Telemedis yang Perlu Anda Ketahui

Meskipun memiliki banyak manfaat, nyatanya inovasi di bidang kesehatan ini masih memiliki kelemahan. Beberapa kelemahan tersebut antara lain:

  • Dokter tidak dapat diagnosa langsung, karena konsultasi dilakukan secara online, dokter tidak dapat memeriksa prognosis pasien, yang dapat berpengaruh terhadap kualitas layanan.
  • Hanya dapat dilakukan untuk beberapa layanan kesehatan, sehingga layanan lain seperti dokter gigi atau spesialis penyakit dalam tidak memungkinkan untuk dilakukan secara online.
  • Hanya dapat melakukan diagnosa berupa dugaan, karena pasien tidak dapat diperiksa langsung, maka dokter hanya dapat sebatas memberikan informasi mengenai kemungkinan diagnosis disertai dengan pembanding lainnya.
Fokus dari Praktik Telemedis di Indonesia

Berdasarkan rekomendasi dari WHO, ada beberapa fokus dari praktik telemedis yang perlu diprioritaskan dalam pelayanan kesehatan, yaitu:

  • Sarana untuk mempermudah kontrol perawatan, contohnya seperti sesi tanya-jawab seputar pengobatan pasien yang sedang atau telah selesai dirawat.
  • Hasil laboratorium lebih mudah dibagikan, yang dapat dilakuan lebih cepat dengan bantuan SIMRS atau sistem informasi rumah sakit.
  • Akses ke tenaga kesehatan, khususnya bagi pasien yang kesulitan mendapat akses langsung ke dokter spesialis karena lokasi yang tidak memungkinkan.
  • Memangkas antrean yang panjang, agar layanan kesehatan menjadi lebih efisien dan efektif.
  • Pemberian saran dari dokter spesialis sesuai keluhan pasien, sehingga kecocokan antara prognosis dengan dugaan diagnosis lebih akurat.
  • Memberi pengetahuan seputar prosedur medis, khususnya prosedur sederhana yang dapat dipraktikkan masyarakat untuk pertolongan pertama.
Dukungan Pemerintah dalam Telemedicine

Saat ini, pemerintah Indonesia tengah berusaha mengkaji peraturan yang dapat menjadi landasan hukum bagi praktik telemedis. Menurut dr. Slamet, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementerian Kesehatan menyebutkan pemerintah telah memiliki kebijakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi, yang tertuang dalam sistem kesehatan nasional yang meliputi:

  • Pemberdayaan masyarakat
  • Manajemen teknologi dan informasi kesehatan dan farmasi
  • Upaya pelayanan kesehatan
  • SDM dalam sektor pelayanan kesehatan
  • Pembiayaan kesehatan
  • Penelitian dan pengembangan layanan kesehatan

Di sisi lain, dr. Slamet juga berharap agar kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah dapat menghadirkan layanan kesehatan digital yang lebih baik untuk waktu mendatang. Oleh karena itu, Aviat dapat menjadi solusi IT bagi rumah sakit dalam menghadirkan sistem informasi yang memudahkan komunikasi antar tenaga kesehatan dan bersama pasien. Dengan beberapa layanan seperti SIMRS, SAMRS, aplikasi mobile Aviat, dan juga SIREM, rumah sakit dapat memberikan layanan telemedis yang berkualitas. Tertarik mengetahui lebih lanjut? Hubungi di sini sekarang juga! (Pradana)

Tinggalkan Balasan